PROBOLINGGO || JDN -Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo memberikan pengawalan humanis terhadap aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo di depan Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Senin (2/2/2026).
Aksi yang dipimpin oleh Ahmad Syaifuddin ini membawa sejumlah isu krusial, mulai dari evaluasi kinerja DPRD, penolakan tambang ilegal, hingga tuntutan penegakan demokrasi. Di tengah riuhnya orasi dari mobil komando, personel Kepolisian tampak berjaga untuk memastikan aspirasi tersampaikan dengan aman.
Wakapolres Probolinggo, Kompol Haris Darma Sucipto, yang memimpin langsung pengamanan, memberikan apresiasi terhadap kedewasaan para mahasiswa dalam berdemonstrasi. Menurutnya, sinergi antara aparat dan massa aksi menjadi kunci situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Kami mengapresiasi rekan-rekan PC PMII Probolinggo, di mana aksi menyuarakan aspirasinya berlangsung tertib dan damai,” ujar Kompol Haris di sela-sela aksi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan adalah untuk menjamin hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia tetap mengimbau agar setiap aksi massa tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku.
”Polri menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, namun mengimbau agar aksi dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum. Kami minta setiap rencana aksi dikoordinasikan sesuai prosedur demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.
Di sisi lain, massa aksi juga menyoroti dugaan perilaku tidak etis oknum anggota dewan terkait isu prank ulang tahun yang sempat viral. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Muhammad Zubaidi, menyatakan pihaknya telah menerima surat pengaduan resmi dari mahasiswa.
Zubaidi menegaskan bahwa masalah tersebut akan segera ditangani secara internal melalui mekanisme yang ada.
”Tentunya apa yang jadi tuntutan teman-teman dari PC PMII Probolinggo ini kami proses melalui Badan Kehormatan (BK). Jadi semuanya kami serahkan kepada Badan Kehormatan untuk melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi, meskipun surat pengaduannya baru kami terima hari ini,” jelas Zubaidi.
Hingga massa membubarkan diri dengan tertib, situasi di depan gedung wakil rakyat tersebut terpantau aman terkendali di bawah pengawalan ketat namun persuasif dari jajaran Polres Probolinggo.(MLDN)












