NGAWI || JDN – Kepolisian Resor (Polres) Ngawi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini ditegaskan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ngawi 1, Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Selasa (20/1/2026).
Didampingi Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Ngawi, Ny. Erine Prayoga, Kapolres melakukan inspeksi mendalam untuk memastikan fasilitas tersebut beroperasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Aspek higienitas menjadi sorotan utama dalam pengecekan ini.
Dalam inspeksi tersebut, AKBP Prayoga menyisir seluruh sudut fasilitas, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, hingga kelengkapan alat pendukung.
Ia juga memantau langsung proses pengelolaan bahan pangan guna memastikan gizi yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan.
”Pengecekan ini adalah bentuk pengawasan dan perhatian pimpinan agar SPPG Polri dapat berjalan optimal,” ujar AKBP Prayoga di sela-sela kegiatannya.
Ia menekankan bahwa profesionalisme dalam pengelolaan SPPG tidak bisa ditawar. Menurutnya, fasilitas ini memegang peranan krusial dalam mencetak generasi yang sehat melalui asupan nutrisi yang terjamin.
Keberadaan SPPG di tingkat Polres ini merupakan langkah konkret Polri dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
AKBP Prayoga menegaskan bahwa setiap paket makanan yang keluar dari SPPG harus melewati kontrol kualitas yang tinggi.
“SPPG harus dikelola dengan baik dan sesuai SOP, sehingga mampu memberikan pelayanan pemenuhan gizi yang higienis, aman, dan berkualitas bagi penerima manfaat,” tegasnya.
Melalui langkah proaktif ini, Polres Ngawi berupaya memastikan bahwa bantuan gizi yang sampai ke tangan masyarakat bukan sekadar kuantitas, melainkan kualitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan penerima manfaat.
Dengan manajemen yang tertib dan transparan, SPPG Polres Ngawi diharapkan menjadi role model pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Jawa Timur. (*)
















