Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & Kriminal

Cekcok Soal Kontrak Kerja Istri di Hongkong, Pria di Kebomas Nekat Akhiri Hidup

×

Cekcok Soal Kontrak Kerja Istri di Hongkong, Pria di Kebomas Nekat Akhiri Hidup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK || JDN – Warga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa Krembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial EPH (27) yang tewas gantung diri di kusen pintu kamarnya, Senin (23/2/2026). Insiden tragis ini diduga dipicu oleh depresi akibat masalah rumah tangga.

​Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan ini bermula dari kekhawatiran istri korban yang saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong.

Example 300x600

​Berdasarkan keterangan kepolisian, sekitar pukul 07.00 WIB, istri korban menghubungi saksi bernama Nur Fadhilah melalui telepon. Ia meminta saksi mengecek kondisi suaminya setelah terlibat pertengkaran hebat melalui sambungan internasional terkait rencana perpanjangan kontrak kerja sang istri di luar negeri.

​”Dalam perdebatan tersebut, korban sempat melontarkan ancaman nekat akan mengakhiri hidup jika istrinya tidak segera pulang ke tanah air,” ujar Kompol Gatot, Senin (23/2/2026).

​Saat saksi tiba di lokasi, pintu rumah korban ditemukan dalam kondisi terbuka separuh. Begitu masuk ke dalam, saksi menemukan korban sudah tidak bernyawa.

​”Korban ditemukan tergantung dengan leher terjerat kain sarung bermotif kotak warna coklat. Saat itu, korban mengenakan kaos dan celana boxer berwarna biru,” tambah Kompol Gatot.

​Melihat kejadian tersebut, saksi langsung meminta pertolongan warga sekitar yang kemudian diteruskan ke Polsek Kebomas. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kain sarung sebagai barang bukti.

​Jenazah EPH telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani proses visum et repertum. Meski dugaan kuat mengarah pada tekanan psikologis terkait masalah keluarga, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

​”Kami masih mendalami motif pastinya, meskipun dugaan kuat saat ini karena tekanan masalah keluarga. Pihak kami juga sudah mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek.(Berdy)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *