Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Atasi Banjir Secara Terpadu, Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penataan Kota “SERASI”

×

Atasi Banjir Secara Terpadu, Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penataan Kota “SERASI”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidoarjo || JDN -Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melangkah cepat dalam mematangkan penyusunan Masterplan Penataan Kota. Dokumen strategis ini dirancang sebagai kompas penanganan banjir yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan, guna menjawab tantangan geografis wilayah Kota Delta.

​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dalam agenda pemaparan masterplan yang berlangsung di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/1/2026). Pertemuan krusial ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Kepala Bappeda M. Ainur Rahman, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Example 300x600

​Dalam pemaparannya, tim ahli ITS mengusung tema besar “Menuju Sidoarjo yang SERASI” (Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas). Visi ini diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024–2044 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

​Bupati Subandi mengungkapkan bahwa karakteristik Sidoarjo sebagai dataran rendah menuntut penanganan yang spesifik.

​”Sidoarjo ini letaknya paling timur dengan banyak sungai afvoer. Kita harus waspada karena banjir di sini tidak hanya berasal dari luapan sungai, tetapi juga dipengaruhi oleh air laut pasang atau rob,” jelas Subandi.

​Menyadari keterbatasan anggaran daerah yang saat ini berada di angka Rp5,8 miliar, Subandi menekankan pentingnya efisiensi melalui pemetaan masalah yang akurat. Ia menganalogikan masterplan ini sebagai alat medis untuk menyembuhkan penyakit kota.

​”Ibarat mengobati orang sakit, kita harus diagnosis dulu penyebabnya melalui masterplan ini. Dengan pemetaan yang detail, kita bisa menentukan titik mana yang harus ditangani setiap tahunnya sesuai dengan kemampuan anggaran kita,” tambahnya.

​Beberapa titik krusial yang masuk dalam radar prioritas meliputi:

Kawasan Langganan Banjir, Fokus pada wilayah Tanggulangin, Candi, dan Waru.

Kawasan Perkotaan, Normalisasi saluran air yang saat ini mengalami penyempitan akibat maraknya bangunan liar di sisi kanan dan kiri sungai.

​Bupati menegaskan bahwa masterplan ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bergerak bersama.

​”Semua stakeholder harus terlibat dalam penanganan ini. Dengan adanya grand design ini, kita punya tahapan yang jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun,” tegas Subandi.

​Secara teknis, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo akan menyasar empat sektor intervensi utama secara simultan:

1. ​Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir: Modernisasi infrastruktur air.

2. ​Rehabilitasi Infrastruktur Jalan, Peningkatan kualitas aksesibilitas.

3. ​Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan, Perbaikan sekolah yang terdampak kondisi lingkungan.

4. ​Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH), Meningkatkan daerah resapan dan estetika kota.

​Melalui integrasi keempat sektor ini, Pemkab Sidoarjo optimis dapat mewujudkan transformasi wilayah yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara ekologis dan harmoni dengan lingkungan.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *