ACEH TAMIANG || JDN -Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan dengan mengerahkan 169 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) ke wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Penugasan ini merupakan bagian dari Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) Tahun 2026 yang diintegrasikan dengan Operasi Aman Nusa II.
Upacara pembukaan Latsitardus 2026 berlangsung khidmat di Markas Yonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti, Sabtu (24/1). Kehadiran para calon perwira tersebut disambut langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, dengan Bupati Aceh Tamiang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan RI ini tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga merupakan kolaborasi terpadu dengan Taruna TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Integrasi ini bertujuan memperkuat soliditas antar-matra dalam menghadapi krisis nasional dan melayani masyarakat secara langsung.
Fokus utama operasi kali ini adalah percepatan pemulihan infrastruktur dan ketahanan sosial di empat kecamatan terdampak paling parah, yakni Karang Baru, Rantau, Kuala Simpang, dan Sekerak.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah, menegaskan bahwa Latsitardus adalah momentum krusial bagi Taruna untuk mengasah jiwa kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik.
“Latsitardus ini bukan hanya membangun keterampilan teknis, tetapi membentuk empati, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian. Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis,” tegas Irjen Pol. Marzuki Ali.
Lebih lanjut, Jenderal bintang dua tersebut mengingatkan para Taruna untuk menjunjung tinggi local wisdom (kearifan lokal) serta aturan Qanun yang berlaku di Bumi Serambi Mekkah. Hal ini ditekankan agar sinergi antara aparat dan masyarakat terjalin harmonis dan penuh etika.
Sebanyak 169 Taruna Akpol dibagi ke dalam empat sub-satgas untuk menjalankan program kerja yang komprehensif:
Normalisasi Akses, Pembersihan material longsor dan perbaikan jalan yang amblas guna memulihkan mobilitas warga.
Rehabilitasi Permukiman, Pembersihan sisa lumpur dan kayu di rumah warga serta fasilitas umum menggunakan dukungan alat berat.
Rekonstruksi Fasum, Perbaikan darurat pada rumah ibadah, sekolah, dan jembatan antar-kampung.
Trauma Healing, Pendampingan psikososial bagi korban bencana, khususnya anak-anak, untuk mengembalikan semangat belajar.
Kesehatan Publik, Pemberian layanan kesehatan gratis, edukasi sanitasi air bersih, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Logistik, Pengelolaan dapur umum dengan standar gizi yang baik bagi pengungsi.
Langkah taktis melalui Latsitardus 2026 ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan roda ekonomi dan sosial di Aceh Tamiang. Kehadiran Taruna Akpol di tengah lumpur dan puing bencana menjadi manifestasi bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memulihkan harapan masyarakat.(*)














