SAMPANG || JDN – Keamanan pengguna jalan di jalur nasional penghubung antar kabupaten di Pulau Madura sempat terancam oleh keberadaan sebuah pohon mahoni raksasa di tepi Jalan Raya Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Lantaran tak kunjung mendapat respons serius dari pemerintah daerah, warga akhirnya mengambil inisiatif melakukan penebangan secara mandiri demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Pohon mahoni berusia tua tersebut dinilai sangat membahayakan karena posisinya yang miring ke arah jalan dan dahan yang mulai menyentuh jaringan kabel listrik bertegangan tinggi. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang setiap hari padat dilalui kendaraan pribadi hingga angkutan logistik bertonase besar.
H. Syamsudin, warga yang rumahnya berada tepat di bawah pohon tersebut, mengungkapkan bahwa kekhawatiran masyarakat sudah memuncak. Baginya, menunggu tindakan dari instansi terkait seolah menunggu datangnya musibah.
“Kami sangat khawatir. Pohon sudah besar, miring, dan kabel listrik juga sudah tersentuh. Kalau sampai roboh, risikonya bukan hanya rumah saya, tapi juga pengguna jalan,” tegas Syamsudin, Rabu (18/02/2026).
Meski dilakukan secara swadaya, Syamsudin tetap menempuh prosedur keamanan dengan berkoordinasi bersama pihak PLN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, serta Polsek Jrengik untuk pengamanan teknis dan lalu lintas.
Langkah mandiri warga ini memicu pertanyaan kritis mengenai fungsi pengawasan dan mitigasi bencana oleh Pemerintah Kabupaten Sampang. Seharusnya, pemeliharaan fasilitas umum di jalur strategis menjadi tanggung jawab pemerintah sebelum membahayakan nyawa masyarakat.
H. Syamsudin menyayangkan lambannya langkah antisipatif dari pihak berwenang. Ia merasa terpaksa bergerak sendiri karena kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah tersebut.
“Kalau kami tidak berinisiatif menebang, saya yakin pohon ini suatu saat pasti tumbang. Apalagi sekarang musim hujan dan angin kencang. Kalau sampai menunggu kejadian, risikonya bisa memakan korban,” tambahnya.
Di sisi lain, Syamsudin tetap mengapresiasi kehadiran petugas di lapangan yang membantu jalannya proses penebangan agar tidak terjadi kemacetan total maupun gangguan arus listrik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada petugas PLN, Dinas Perhubungan, serta anggota TNI–Polri di Jrengik yang sudah membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sehingga penebangan bisa berjalan aman,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dinas terkait untuk lebih proaktif dalam memantau pohon-pohon rawan tumbang di sepanjang jalur padat. Publik berharap keselamatan masyarakat tidak lagi digantungkan pada inisiatif dan biaya pribadi warga, melainkan menjadi prioritas kerja pemerintah daerah. (MLDN)











