Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Kepadatan Jalur Logistik Jawa–Bali Berulang: ASDP Ketapang Didesak Lakukan Evaluasi Total

×

Kepadatan Jalur Logistik Jawa–Bali Berulang: ASDP Ketapang Didesak Lakukan Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI || JDN – Penumpukan kendaraan angkutan barang kembali memadati jalur utama menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu (13/9/2026). Antrean kendaraan berat terpantau mengular di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Raya Situbondo, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

​Pantauan visual di lokasi sejak pukul 13.53 hingga 14.00 WIB menunjukkan dominasi truk logistik yang menyebabkan laju lalu lintas melambat drastis. Situasi berulang ini memicu sorotan publik mengingat kawasan Ketapang merupakan simpul vital pergerakan logistik Jawa–Bali.

​Meski demikian, kondisi lalu lintas logistik di Pelabuhan Tanjung Wangi khususnya armada dengan tujuan Gilimas – Lembar dilaporkan tetap terkendali dan berjalan lancar.

​Sebagai langkah antisipasi, petugas di lapangan mulai mengarahkan kendaraan terdampak ke kantong-kantong parkir sementara guna mencegah kemacetan total di ruas jalan utama.

​Kondisi ini mendapat tanggapan keras dari tokoh masyarakat setempat, Selamet Solichin, yang akrab disapa Mbah Semar. Ia meminta pihak ASDP Ketapang bersama pemangku kepentingan terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak sekadar menerapkan penanganan situasional.

​“Kami meminta ASDP Ketapang serius mengevaluasi persoalan ini. Kalau pola kepadatan terus berulang dari waktu ke waktu, berarti ada hal yang harus dibenahi secara menyeluruh. Jangan sampai setiap terjadi antrean baru dilakukan penanganan, kemudian persoalan yang sama kembali muncul,” tegas Mbah Semar.

​Mbah Semar menekankan bahwa kelancaran akses pelabuhan berdampak langsung pada rantai distribusi barang, aktivitas ekonomi daerah, hingga keselamatan warga sekitar.

​“Yang kami dorong bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan ini mendapatkan solusi yang terukur dan berkelanjutan. ASDP perlu melihat secara komprehensif titik-titik yang menjadi sumber penumpukan kendaraan, kapasitas pelayanan, sistem antrean serta pola pengaturan kendaraan berat,” lanjutnya.

​Mbah Semar turut mendesak peningkatan koordinasi antara ASDP, Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Daerah untuk merumuskan skema rekayasa lalu lintas yang responsif terhadap fluktuasi volume kendaraan.

​“Ketika volume kendaraan meningkat, harus ada skenario yang jelas. Di mana kendaraan ditampung, bagaimana pola antreannya, bagaimana rekayasa arusnya, dan bagaimana memastikan kendaraan tidak menumpuk di ruas jalan umum. Semua itu harus dipersiapkan dan dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.

​Dari sisi keselamatan, ia mengimbau para pengguna jalan khususnya pengendara roda dua dan kendaraan kecil agar ekstra waspada saat melintas di antara kendaraan berat. Pengendara diminta menjaga jarak aman dan tidak memotong jalur secara mendadak.

​Sebagai bentuk kontrol sosial, Mbah Semar berharap kritik dari masyarakat dan media direspon secara positif oleh pihak pengelola pelabuhan demi perbaikan pelayanan publik.

​“Kami berharap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media jangan dipandang sebagai serangan. Justru kondisi di lapangan harus menjadi bahan evaluasi. Kalau memang ada kekurangan, mari diperbaiki bersama. Persoalan yang terjadi berulang harus dicari akar masalahnya dan dicarikan solusi permanen,” tegasnya.

​Ia juga meminta ASDP transparan dalam menyampaikan informasi terkait langkah penanganan antrean kepada masyarakat umum dan sopir logistik.

​“Pelabuhan Ketapang adalah salah satu gerbang penting Jawa–Bali. Karena itu, pelayanan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai persoalan antrean kendaraan menjadi persoalan tahunan yang terus berulang tanpa penyelesaian yang fundamental,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, kepadatan kendaraan berat masih terlihat di kawasan Bulusan dan sekitarnya. Pihak ASDP Ketapang belum memberikan keterangan resmi terkait rincian panjang antrean maupun penyebab pasti lonjakan volume kendaraan tersebut. (Red/Limbad86)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *