NGANJUK || JDN – Dinamika organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur resmi memasuki babak baru. Kader asal Jombang, Kelvin Arisudin, terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Jawa Timur mendampingi Michael Purnomo dari DPC GMNI Malang Raya yang menjabat sebagai Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur.
Penetapan kepemimpinan baru ini disahkan dalam forum Konferensi Daerah (Konferda) GMNI Jawa Timur yang berlangsung selama empat hari sejak Jumat (04/09/2026) hingga Senin (07/09/2026) di Nganjuk.
Konferda merupakan forum tertinggi tingkat daerah yang digelar dua tahun sekali. Agenda ini menjadi ruang evaluasi arah organisasi sekaligus penyerahan mandat kepengurusan bagi seluruh cabang se-Jawa Timur.
Pada gelaran tahun ini, sebanyak 32 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI se-Jawa Timur hadir. Pembukaan agenda bertempat di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk, sedangkan seluruh rangkaian persidangan dipusatkan di Hotel Wisata Karya.
Pasangan Kelvin dan Michael mengamankan posisi pucuk pimpinan setelah berhasil mengantongi 23 surat rekomendasi tertulis dari total 32 cabang yang hadir. Angka tersebut melampaui ambang batas dua pertiga dukungan forum.
Dalam tradisi kaderisasi GMNI, surat rekomendasi merupakan dokumen resmi bentuk dukungan tertulis yang mempertaruhkan marwah serta nama baik cabang pengusung.
Adapun 23 DPC yang menyerahkan dukungan resmi meliputi DPC GMNI Jombang, Mojokerto, Malang Raya, Tuban, Lumajang, Bojonegoro, Surabaya (Ketua Virgi), Surabaya (Ketua Fito), Banyuwangi, Tulungagung, Blitar, Bangkalan, Malang (Ketua Stanis), Pamekasan, Gresik, Malang (Ketua Albert), Magetan, Sampang, Lamongan, Pacitan, Pacitan (Ketua Della), Madiun, serta DPC GMNI Kabupaten Malang.
Peta dukungan tersebut merepresentasikan konsolidasi lintas wilayah yang solid, membentang dari Madura, kawasan pesisir utara, Mataraman, Malang Raya, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Pascapenetapan, kepengurusan DPD GMNI Jawa Timur periode baru ini mengemban tugas mendesak untuk menuntaskan konsolidasi organisasi serta menerjemahkan seluruh rekomendasi Konferda ke dalam program kerja strategis selama dua tahun ke depan. (Red/MLDN)








