Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTNI/Polri

Satlantas Polres Gresik Resmi Operasikan ETLE Handheld: Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Jalan

×

Satlantas Polres Gresik Resmi Operasikan ETLE Handheld: Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Jalan

Sebarkan artikel ini

GRESIK || JDN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik mempertegas komitmen modernisasi penegakan hukum di jalan raya. Memasuki babak baru transformasi digital, Polres Gresik kini resmi mengoperasikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld guna menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum setempat.

​Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menciptakan budaya tertib berkendara sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas personel kepolisian dalam melakukan penindakan.

​Berbeda dengan ETLE statis yang terpaku pada satu titik permanen, ETLE Handheld memberikan keunggulan dalam aspek mobilitas.

Petugas di lapangan kini dibekali perangkat khusus terintegrasi pusat data nasional yang mampu menjangkau lokasi-lokasi rawan pelanggaran yang selama ini sulit terpantau kamera pengawas tetap.

​Pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara kini dapat didokumentasikan secara instan dan otomatis terkirim ke sistem verifikasi.

​Dalam implementasinya, Polres Gresik menerapkan dua skema utama, Petugas mendokumentasikan pelanggaran saat patroli rutin. Data dikirim ke pusat untuk verifikasi, disusul pengiriman surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan, Petugas menghentikan pelanggar dan melakukan input data secara langsung.

Sistem akan menghasilkan barcode yang dapat dipindai oleh pelanggar sebagai bukti transparansi, didukung oleh penggunaan printer portable untuk mencetak bukti pelanggaran di lokasi.

​Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa adopsi teknologi ini merupakan jawaban atas tuntutan publik akan pelayanan kepolisian yang bersih dan efisien.

​“Melalui ETLE handheld, penindakan menjadi lebih fleksibel namun tetap berbasis sistem dan data. Masyarakat juga bisa langsung melakukan verifikasi di tempat dengan mekanisme yang transparan,” ujar AKP Nur Arifin.

​Ia juga menambahkan bahwa sistem ini sengaja dirancang untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi memicu praktik non-prosedural atau penyimpangan di lapangan.

​Setelah pelanggaran terekam, pelanggar cukup melengkapi dokumen administrasi seperti KTP dan SIM melalui sistem digital yang tersedia. Proses pembayaran denda pun dilakukan sepenuhnya melalui kanal perbankan resmi yang telah ditunjuk, menjamin dana denda masuk langsung ke kas negara secara akuntabel.

​Hadirnya ETLE Handheld ini diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pemberi sanksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga Gresik.

Dengan pengawasan yang semakin ketat dan berbasis data, kesadaran kolektif untuk tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh demi keselamatan bersama di jalan raya.​(MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *