SIDOARJO || JDN -Kecelakaan tunggal melanda sebuah truk tronton bermuatan puluhan ton besi di Jalan Raya Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, pada Sabtu (3/1/2026) siang. Truk bernomor polisi B 9672 KEH tersebut terguling setelah terperosok ke bahu jalan saat tengah menuju lokasi pengiriman.
Insiden bermula ketika truk yang dikemudikan oleh Asrori (32) melaju dari Jakarta menuju Desa Sawocangkring. Kendaraan berat ini mengangkut beban masif berupa 69 ton besi kanal WF dan besi ulir milik PT Sarana Sentral Steelindo. Nahas, perjalanan yang hampir sampai di tujuan itu harus terhenti akibat kondisi jalan yang tidak memadai bagi kendaraan berat.
Diduga kuat, pengemudi belum sepenuhnya mengenali karakteristik medan jalan. Posisi kendaraan terlalu menepi ke sisi kiri jalan yang berbatasan langsung dengan saluran air dan area persawahan yang labil.
Seorang warga di lokasi kejadian memberikan kesaksian mengenai detik-detik insiden tersebut.
”Kondisi jalan di lokasi memang relatif sempit di kedua sisinya. Diduga sopir terlalu mengambil posisi menepi, sehingga ban terperosok ke parit kecil dan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terguling,” ungkapnya.
Meski truk mengalami kemiringan ekstrem hingga terguling sepenuhnya, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sang sopir, Asrori, dilaporkan selamat tanpa luka serius, sementara kernet truk hanya mengalami syok ringan.
Menariknya, kecelakaan ini tidak menyebabkan kemacetan berarti. Posisi jatuh truk yang berada cukup jauh dari marka jalan utama memastikan arus lalu lintas di Jalan Raya Sawocangkring tetap lancar dari kedua arah.
Saat ini, pihak berwenang dari Polsek Wonoayu tengah berkoordinasi untuk melakukan evakuasi. Mengingat muatan besi mencapai 69 ton, proses pemindahan material diprediksi akan memakan waktu lama sebelum badan truk dapat ditarik kembali ke posisi semula.(*)










