GRESIK || JDN -Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kodim 0817/Gresik mulai memacu kesiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang digelar di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (6/4/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Ir. Achmad Washil Miftahul Rachman, M.T., menjadi ajang sinkronisasi antara kebijakan teknis pemerintah daerah dengan semangat pengabdian TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pelosok.
Dalam arahannya, Sekda Achmad Washil menekankan pentingnya akurasi perencanaan. Mengingat, TMMD ke-128 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari dalam rentang waktu September hingga Desember 2026, dengan lokus pembangunan di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean.
”Mari kita sinkronkan pelaksanaan rencana program ini. Saya meminta seluruh pihak menyiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin agar persiapan dan pelaksanaan di lapangan nanti berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran,” tegas Washil di hadapan sekitar 30 peserta rakor dari berbagai instansi.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Gresik, Misbahul Munir, memaparkan rincian target dalam TMMD kali ini. Pembangunan infrastruktur fisik akan meliputi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),Perbaikan tempat ibadah dan pavingisasi jalan lingkungan, Lanjutan pembangunan pasar desa dan pengerasan jalan (TPT),Pembangunan drainase serta penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor.
Sementara itu, untuk sasaran non-fisik, program akan menyasar pada penguatan sumber daya manusia melalui edukasi wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas, mitigasi bencana, hingga intervensi penanganan stunting melalui optimalisasi Posyandu.
Mewakili Dandim 0817/Gresik, Kasdim Mayor Inf Siari menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan instrumen vital untuk mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sulit terjangkau.
”Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI bagi masyarakat Gresik. Sasaran kami mencakup fasilitas umum fisik maupun non-fisik. Dukungan lintas sektoral sangat kami harapkan demi keberhasilan program ini,” ujar Mayor Inf Siari.
Dukungan juga datang dari Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Setiawan. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran krusial dalam sosialisasi wawasan kebangsaan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan jiwa nasionalisme warga Desa Slempit.
Rakor ini turut diisi dengan paparan teknis dari perwakilan Kecamatan Kedamean serta diskusi interaktif yang melibatkan Dinas Kesehatan, DLH, BPPKAD, Satpol PP, hingga Dinas KB. Partisipasi aktif berbagai OPD ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Gresik Selatan.
Pertemuan berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan kesepakatan kolektif untuk segera menindaklanjuti hasil koordinasi ke tingkat komando atas dan pimpinan daerah.
TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas program, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan sinergi harmonis antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun negeri dari desa.(*)

















