JOMBANG || JDN – Tepat satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Jombang, Warsubi, dan Wakil Bupati, M. Salmanudin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyampaikan apresiasi resmi sekaligus refleksi atas jalannya roda pemerintahan. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini kini memasuki fase krusial dalam pembuktian janji politik mereka.
Melalui kanal komunikasi resminya, Pemkab Jombang memberikan ucapan selamat yang dibarengi dengan pesan simbolis ASN “BerAKHLAK – Bangga Melayani Bangsa.” Pihak birokrasi menyampaikan harapan agar kepemimpinan daerah tetap solid dan diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah.
”Semoga Bupati dan Wakil Bupati senantiasa diberi kesehatan serta kekuatan dalam memimpin daerah demi kesejahteraan masyarakat Jombang,” tulis pernyataan resmi Pemkab Jombang, Jumat (20/2/2026).
Momentum satu tahun ini bukan sekadar seremoni formalitas. Secara administratif, periode ini merupakan fase evaluasi untuk mengukur sejauh mana kebijakan Warsubi–Salmanudin mampu menjawab tantangan krusial di Jombang, mulai dari stabilitas ekonomi pasca-pandemi hingga percepatan infrastruktur pedesaan.
Selama setahun terakhir, publik menyoroti empat pilar utama pemerintahan:
1.Peningkatan Pelayanan Publik: Digitalisasi birokrasi untuk mempermudah akses warga.
2.Stabilitas Ekonomi: Penguatan sektor UMKM dan daya beli masyarakat.
3.Kesejahteraan Sosial: Penanggulangan kemiskinan ekstrem dan akses kesehatan.
4.Pembangunan Infrastruktur: Konsistensi perbaikan jalan dan fasilitas umum.
Meskipun apresiasi mengalir dari internal birokrasi, sorotan tajam justru datang dari sisi akuntabilitas. Hingga saat ini, data kuantitatif mengenai capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan realisasi anggaran secara mendetail belum dipaparkan secara luas kepada publik.
Keberlanjutan program peninggalan masa transisi serta inovasi murni dari duet Warsubi–Salmanudin menjadi tolok ukur utama. Konsistensi antara visi yang dijanjikan saat kampanye dengan realitas di lapangan kini ditantang untuk lebih terbuka.
Sejumlah pengamat kebijakan daerah menilai bahwa tahun pertama adalah masa fondasi. Jika fondasi transparansi tidak dibangun sejak dini, kepercayaan publik berisiko tergerus di tahun-tahun mendatang.
Dengan berakhirnya tahun pertama pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Warsubi–Salmanudin kini resmi memasuki fase akselerasi. Masyarakat tidak lagi hanya menanti rencana, melainkan hasil nyata yang berdampak langsung pada kantong dan dapur warga Jombang.
Kini, bola panas ada di tangan eksekutif untuk membuktikan bahwa jargon “Bangga Melayani Bangsa” bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan manifestasi nyata dalam setiap kebijakan yang diambil.(*)











