Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Proyek Tebing Bengawan Solo Rp40 Miliar Ambles, PU SDA Bojonegoro dan Kontraktor Siapkan Perbaikan Lanjutan

×

Proyek Tebing Bengawan Solo Rp40 Miliar Ambles, PU SDA Bojonegoro dan Kontraktor Siapkan Perbaikan Lanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOJONEGORO || JDN -Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro bersama kontraktor pelaksana angkat bicara terkait kerusakan proyek pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno. Meskipun mengalami kemiringan dan gejala sliding (pergeseran tanah), pemerintah memastikan perbaikan akan terus dilakukan tanpa tambahan biaya APBD.

​Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmi Elisabeth, menegaskan bahwa kerusakan terbaru terjadi pada segmen yang berbeda dari titik perbaikan sebelumnya. Ia menggarisbawahi bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh karakteristik alam sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Example 300x600

​”Karakter tanah di sepanjang Bengawan Solo sangat dinamis. Tidak semua kerusakan bisa langsung dikaitkan dengan mutu pekerjaan. Struktur utama tetap dirancang sesuai spesifikasi teknis,” ujar Helmi.

​Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal anggaran, sebab proyek senilai Rp40 miliar ini masih dalam masa pemeliharaan. “Tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada pada pihak kontraktor,” tegasnya.

​Pihak kontraktor pelaksana menyatakan komitmen untuk melanjutkan perbaikan pada tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah menangani segmen yang mengalami kemiringan tiang pancang, terutama yang berbatasan langsung dengan rumah warga.

​Sebagai langkah awal, kontraktor telah melakukan pembongkaran terbatas dan pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban struktur. Langkah ini krusial untuk mencegah kerusakan merambat ke segmen lain.

​”Segmen yang miring akan kami bongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemancangan ulang. Secara teknis, metode perbaikannya relatif sama dengan area lain yang telah kami tangani pada tahun 2025,” jelas perwakilan kontraktor.

​Namun, pekerjaan di dekat pemukiman warga menuntut kehati-hatian ekstra. Pihak pelaksana memilih tidak terburu-buru melakukan pembongkaran total saat debit air masih tinggi.

​”Apabila perlindungan tebing dibuka saat muka air sungai tinggi, risiko longsoran ke arah pemukiman justru meningkat saat banjir. Pembongkaran penuh akan lebih aman dilakukan setelah periode banjir berlalu,” tambahnya.

​Tantangan di lapangan bukan hanya soal debit air, tapi juga aksesibilitas. Berbeda dengan area persawahan, segmen pemukiman memiliki ruang kerja terbatas. Mobilisasi alat berat seperti crane dan pengiriman tiang pancang baru bisa dilakukan setelah pengecoran jalan desa selesai guna menjamin keselamatan warga.

​Saat ini, satu unit ekskavator telah disiagakan di lokasi. Petugas masih menunggu elevasi muka air sungai turun untuk membuat dudukan alat berat agar perbaikan permanen bisa segera dimulai.

​Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi antara teknis lapangan dan dukungan masyarakat dapat mempercepat pemulihan fungsi tanggul, sehingga ancaman abrasi Bengawan Solo di Desa Lebaksari dapat segera teratasi secara permanen.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *