Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Pojok UMKM Binaan SKK Migas-HCML Semarakkan Lokakarya Media 2026 di Yogyakarta

×

Pojok UMKM Binaan SKK Migas-HCML Semarakkan Lokakarya Media 2026 di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA || JDN – Kehadiran belasan gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) turut menyemarakkan gelaran Lokakarya Media 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/8/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen industri hulu migas dalam memberdayakan masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian lokal di sekitar wilayah operasi.

​Sebanyak 14 stan UMKM dari berbagai daerah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) memamerkan produk unggulan mereka. Para pelaku usaha tersebut berasal dari Kabupaten Sampang, Sumenep, Gresik, Bojonegoro, Cepu, hingga daerah sekitar lainnya.

​Salah satu pelaku usaha yang mencuri perhatian adalah Junaidi Hadi, pemilik UMKM GHE-IK Bintang asal Kabupaten Sampang, Madura. Usahanya merupakan binaan HCML, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah perairan Sampang di bawah pengawasan SKK Migas.

​Junaidi menceritakan, pendampingan dari SKK Migas Perwakilan Jabanusa dan HCML telah bergulir sejak 2021. Berawal dari usaha mandiri berskala kecil dengan metode produksi seadanya, kini bisnisnya berkembang pesat berkat pelatihan terstruktur.

​”Pembinaan dilakukan bertahap, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Saat ini pendampingan sudah merambah ke pemasaran digital, perbaikan kemasan, hingga menjaga konsistensi kualitas produk. Kami juga mendapat bantuan alat produksi dan rumah produksi dari SKK Migas,” ujar Junaidi saat ditemui di lokasi acara.

​Inovasi produk menjadi kunci perkembangan usahanya. Jika pada awal berdiri GHE-IK Bintang hanya memproduksi minuman jahe instan, kini Junaidi mampu melebarkan sayap dengan memproduksi olahan kopi black garlic (bawang hitam).

​”Setiap ada agenda resmi SKK Migas, kami selalu diajak untuk mempromosikan produk, baik di Jakarta maupun seperti sekarang di Yogyakarta. Kami sangat berterima kasih kepada SKK Migas dan HCML atas kesempatan ini,” tambahnya.

​Sementara itu, Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, menjelaskan bahwa saat ini HCML mengandeng sekitar 17 UMKM binaan di wilayah Madura. Pada ajang Lokakarya Media 2026 ini, tiga perwakilan UMKM binaan dari Madura hadir langsung untuk memperluas jangkauan pasar.

​”UMKM binaan kami tersebar di sekitar wilayah kerja HCML. Dalam setiap momentum acara, produk-produk mereka terus kami dorong hingga ke tingkat nasional di Jakarta. Sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama Program Pengembangan Masyarakat (PPM) kami karena terbukti menjadi penggerak utama ekonomi warga,” terang Hamim.

​Dalam menjalankan program pemberdayaan, HCML berkolaborasi dengan konsultan bisnis independen serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja setempat. Kemitraan ini bertujuan memberikan pelatihan teknis berkelanjutan serta bantuan modal peralatan usaha, khususnya bagi masyarakat kepulauan.

​Selain pengembangan olahan pangan, program pemberdayaan HCML mencakup berbagai sektor keterampilan. Di antaranya pembekalan keahlian mekanik bagi pemuda di Pulau Mandangin, serta pelatihan peningkatan kualitas produksi, pengemasan, dan pemasaran yang diikuti oleh sedikitnya 30 pelaku UMKM lokal.

​Melalui sinergi antara kegiatan operasi migas dan pemberdayaan masyarakat, SKK Migas bersama HCML berharap dampak ekonomi positif dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di wilayah lingkar tambang. (Red/MLDN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *