Scroll Kebawah untuk melihat berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahOlahraga

Dampingi Atlet di Kejurprov Jatim 2026, KONI Sidoarjo Petakan Potensi Senam Menuju Porprov 2027

×

Dampingi Atlet di Kejurprov Jatim 2026, KONI Sidoarjo Petakan Potensi Senam Menuju Porprov 2027

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO || JDN –  Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PERSANI) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan taringnya dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PERSANI Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, pada 15–20 September 2026. Hingga Jumat (18/9/2026), kontingen Sidoarjo sukses mengamankan sembilan medali sementara, terdiri dari 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

​Ajang bergengsi ini diikuti oleh 279 atlet dari 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kehadiran Ketua Umum KONI Sidoarjo, Muchammad Rafi Wibisono, pada Kamis (17/9/2026) memberikan suntikan motivasi langsung kepada para atlet yang bertanding.

​Rafi menegaskan bahwa Kejurprov tidak sekadar panggung kompetisi, melainkan sarana krusial untuk memetakan kekuatan lawan sekaligus mengevaluasi performa atlet internal Sidoarjo. Menurutnya, pemetaan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari penguasaan teknik, kualitas fisik, dan kesiapan mental atlet di arena.

​“Kehadiran kami menjadi bagian dari langkah KONI Sidoarjo untuk memetakan potensi atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027,” tegas Rafi.

​Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet PERSANI Sidoarjo. Capaian medali ini tidak hanya menambah koleksi prestasi daerah, tetapi juga menjadi basis data penting untuk menentukan strategi pembinaan ke tingkat yang lebih tinggi.

​“Dan, ini menjadi bagian dari peta pembinaan atlet Sidoarjo menuju Porprov Jatim 2027,” tambahnya.

​Lebih lanjut, Rafi menjelaskan bahwa KONI Sidoarjo tengah gencar melakukan pemetaan komprehensif di seluruh cabang olahraga (cabor). Setiap cabor dituntut memiliki gambaran objektif mengenai kekuatan dan kelemahannya, mencakup kualitas atlet, kapasitas pelatih, program latihan, sarana dan prasarana, regenerasi, hingga peluang meraih prestasi.

​“Setiap cabor harus kita petakan. Kita ingin tahu kekuatan dan kekurangannya. Dari situ baru kita tentukan langkah pembinaannya,” jelas Rafi.

​Sementara itu, Ketua PERSANI Sidoarjo, Ida Budi Handayani, mengonfirmasi bahwa pihaknya menurunkan 20 pesenam terbaik di berbagai nomor perlombaan, meliputi senam artistik putra-putri (senior dan junior), senam ritmik (senior dan junior), serta sport aerobik (senior dan junior).

​”Hasil awal kita mengoleksi sembilan medali dari nomor senam artistik putra dan putri serta nomor ritmik,” ungkap Ida pada Jumat siang (18/9/2026).

​Ida menyebutkan bahwa target awal yang ditetapkan organisasi sebenarnya telah tercapai. Kendati demikian, ia optimistis perolehan medali masih akan bertambah mengingat kompetisi masih berlangsung hingga hari terakhir pelaksanaan, khususnya pada nomor ritmik dan sport aerobik.

​”Persaingannya sangat ketat. Mereka harus terus didampingi. Kedatangan Ketua Umum KONI Sidoarjo membawa support bagi kami dan atlet-atlet yang berlaga. Itu sangat memengaruhi penampilan atlet. Vibes-nya jadi beda,” pungkas Ida, yang baru saja menerima penghargaan dari PERSANI Jawa Timur atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama 25 tahun sebagai pembina gimnastik. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *